Featured

One day in Nusa Penida

Tau ga katanya kalau orang ada tahi lalat di kaki itu orangnya ga bisa diem? Mungkin itu juga yang bikin aku tu jadi bocah petualang lol. Minggu kemarin aku pergi ke Nusa Penida dalam rangka kegabutan karena cape kerja di ibu kota Jakarta yang isinya gedung doang. Walaupun aslinya tinggal di Bali nan indah, masih ada hidden gem yang belum pernah aku telusuri, salah satunya ke Nusa Penida. Jaraknya naik speed boat dari Sanur cuma 45 menit. Aku ambil kesempatan libur yang ga panjang ini pergi ke Penida one day tour

Jam 7 pagi siap siap berangkat dari Sanur ke Penida dan sampai sekitar jam 8 langsung naik boat untuk snorkling ke 4 tempat disini

Manta Point

Seneng banget bisa lihat manta disini 😍. Sayangnya banyak ada sampah plastik di laut, Kata Manta “kak minta tolong banyak ada plastik di laut 🙏🏻 “
Katanya sih ini sampah kiriman, karena daerah sini ga ada pemukiman. Entah darimana sampahnya, tetep rasa bersalah karena lihat banyak sampah plastik di laut itu ada. Pastinya ulah kaum kita sesama manusia.
bayangin kalau manta dan teman yang lain ga sengaja makan plastiknya, dan dya ga bisa cerna. Apa yang akan terjadi . Gak akan ada manta point lagi disini . Kalo kesini lagi mau bawa tas ambilin plastik supaya mantanya bisa renang dengan tenang ❤️

Gamat Bay

Disini sama sekali ga berpenghuni, serasa pulau pribadi 😍.

Cristal Bay

The Wall

Udah ga kerasa snorkling 4 jam sampai jam 12 siang dan kita pergi makan di warung lokal disini. Aku ngerasa lebih menghargai hidup waktu melihat keindahan dunia bawah laut dan menyesal masih pakai plastik dan mengotori laut kita sendiri.

This trip is totally worth it!

Untuk yang mau kesini dengan budget murah bisa ikutan open trip atau sewa motor di pelabuhan sekitar 50.000. Menurutku sih ga cukup kalau sehari doang kesini soalnya masih banyak tempat lain di darat yang mesti di lihat. Tapi karena waktu ga mencukupi jadi ada alasan untuk datang lagi kesini 💕

Kontak guide local di Nusa Penida bisa tanya langsung ya ke Pak Agus +62 878 62275714

Ayo dukung Pariwisata Indonesia 🇮🇩

New year new me

2022 a year where we are still in the pandemic, a year where all our hopes to have a normal life is pending. But is it the real reason we want to give up ?

A year where we slowly getting normalize not to meet people, scared to have human interaction, so lazy even to get a grocery we use online shop to buy a veggies

Well, I decided to not give up on mine. This year i will not give a pandemic as an excuse to be lazy. No more

New year new me!

I will do what I want, get what I work for, and not proscinating my chance to live my life to the fullest

Starting by deleting my social media

Yes, i realized i spent too much of my time there

Surfing in to the metaverse, looking at what other people do for hours, judging them, or inspired by them. Either way I forget that the time I waste looking what others do, it was my time

My time that I will never get back, my time where I can do soo much things

If a day i scroll for 3 hours i use for language course, i will be fluent in any language by now (since i was an user for more than a decade)

I always find my excuse not to wake up early, through scrolling when i woke up, i dont even remeber what i saw

That just too much

So, I decided this year is new me

New me where i could use my time wisely, intentionaly, respecfully

Wanita belum menikah diumur 30? Tidak masalah

Di Indonesia menjadi wanita single belum menikah diumur 30 dianggap tua, gak laku, terlalu banyak milih. Jangan takut, kamu gak sendiri. Banyak diluar sana yang belum menemukan jodohnya.

Seperti banyak quotes yang beredar, hidup bukanlah perlombaan, mari kita renungkan dan tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain

Goals terpenting dalam hidup adalah kebahagiaan. Entah itu dengan memiliki keluarga, berkarier, berdonasi, atau menjelajahi dunia

Menikah adalah sesuatu yang gampang dilakukan, tapi menjaga keharmonisan keluarga itu yang susah. Mencari pasangan hidup yang bisa ada dalam suka dan duka itu adalah kunci

Aku membaca banyak buku pengembangan diri untuk mencari jati diri dan mengerti siapa aku yang sebenarnya, lalu mencari pasangan yang cocok sesuai dengan kehidupan yang kita ekspektasikan

Di dunia yang semakin modern, banyaknya online dating apps memungkinkan kita untuk berkoneksi dengan banyak orang, banyak pilihan

Tapi apakah kita bisa mencintai orang lain, tanpa mencintai diri kita sendiri? Berujung menjadi people pleaser dan menyakiti diri karena kita melakukan hal yang pasangan kita suka, bertahan pada seseorang yang sebenarnya tidak tahu siapa kita sesungguhnya

Aku beruntung bertemu dan share pengalaman dengan orang orang yang gagal dalam berumah tangga, kenapa ? Karena aku belajar dari kesalahan mereka

Entah itu karena menikah terlalu muda, atau kecelakaan, dijodohkan oleh keluarga, berharap semua bisa berbeda apabila mengambil keputusan yang lain

Langkah langkah kecil yang kita ambil tiap harinya memiliki impact yang besar jadi jangan disepelekan

Jangan pernah memaksakan kehendak, apabila pasanganmu tidak tulus mencintaimu lepaskanlah

Jangan bergantung kebahagiaan pada mereka, karena diujung hari, hanya kamu yang bisa membuat dirimu bahagia

So, jangan takut untuk menjadi single sampai kamu benar benar yakin bahwa kamu siap untuk mencintai dirimu sendiri lalu orang lain

5 Lapangan Golf Terbaik di Bali

Semenjak Covid19 dan New Normal mulai diterapkan aku coba serius main golf sama temen temen karena main golf itu ga mesti deketan dan olahraga di luar ruangan. Dari awalnya iseng doang sampe ketagihan dan gak ngerti lagi bisa main golf sampe beberapa kali seminggu. Disini aku mau list lapangan golf terbaik di Bali

1. Bali National Golf

Lapangan golf yang satu ini menurutku paling bagus yang ada di Bali. Dari service, caddy, lapangan, golf cart, dan pemandangannya bagus banget. Greennya luas tapi paling sulit untuk ukuran pemain pemula kayak aku yang handicapnya masih diatas 30. Tapi ga ada pemain golf yang terlahir langsung berbakat yaa, semua perlu proses dan latihan ratusan jam. Jadi jangan langsung drop atau gak pede, tujuannya main golf itu untuk refreshing bukan nambah pikiran, hehe.

View laut dari lapangan golf

Tingkat kesulitan: 9 dari 10

2. New Kuta Golf

Kalau ini sih Favorit aku sebenernya, udah berapa kali main kesini masih ga bosen. Karena bisa lihat laut lepas sambil main golf. Emang disini kalau main pagi- siang kayaknya bisa pingsan sih saking panesnya, paling enak kalau disini main ambill tee off yang terakhir jam 2.30- sunset. Greennya luas banget dan siapin banyak bola kalau hilang di pohon pohon udah pasti gak nemu hahaha

Gak penting Par, yang penting potoan

Tingkat kesulitan: 9 dari 10

3. Handara Golf Resort

Siapa bilang main golf mesti panes panesan? Bagi yang mau main golf tapi ga mau keringetan banyak atau kepanasan, Handara tempat paling cocok untuk main golf karena lokasi di dekat Danau ini adem banget. Disini bisa main sambil jalan / eco golf atau pakai cart. Lapangannya luas dengan view gunung dan greennya agak kasar. Disini juga sering hujan, siapin mantel dan lain lain kalau masih mau main ujan ujanan. Paling enak main jam 7 pagi terus makan siang menikmati pemandangan disini.

Tingkat kesulitan: 9 dari 10

4. Bukit Pandawa Golf Course

Nah kalau lapangan ini unik banget, ini satu satunya lapangan di Bali yang 18 holesnya semua Par 3. Tapi jangan kira gampang yaa walaupun par 3. Short game bener bener mesti udah mateng kalau main disini. Lapangannya medium dengan view laut cantik. Kalau main disini ga terlalu lama, sekitaran 2 jam sudah bisa selesai. Paling enak kalau main jam 2.30 udah ga terlalu panas dan bisa lihat sunset.

Tingkat kesulitan: 8 dari 10

5. Bali Beach Golf Course Sanur

Lapangan satu ini cocok untuk pemula yang baru belajar main karena ga terlalu banyak hazard tapi lapangannya agak narrow jadi kalau bisa ga fore atau slice waktu mukul pake driver. Disini harus kuat jalan yaa totalnya 18 holes sekitar 8km.

Tingkat kesulitan: 8 dari 10

Harga untuk 18 holes dengan pakai Promo KTP Bali masa New Normal 2021

Golf CourseHarga Promo
1. Bali NationalIDR 750.000
2. New KutaIDR 600.000
3. Handara IDR 750.000
4. Bali Beach IDR 400.000
5. PandawaIDR 400.000

Harga ini belum termasuk tipping buat caddy yaa, biasanya tipping untuk 18 holes dari IDR 150.000- IDR 200.000. Cuma ada 2 lapangan yang bisa main 9 holes yaitu Handara dan Bali Beach sisanya mesti main 18 holes.

Ada apa di Bali Timur

Bali timur adalah kawasan yang jarang di lewati oleh turis namun memiliki banyak keindahan yang tidak kalah dengan bagian lainnya di Bali.

Bagian Bali timur itu di bagi atas beberapa kabupaten, yaitu Klungkung dan Karangasem. Klungkung itu kabupatennya Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida.

Jadi ceritanya aku mau ke Singaraja ke rumah nenekku. Tapi bosen aja gitu lewat Tabanan walaupun emang lebih cepet sampenya. Jadi aku memutuskan untuk ke Singaraja lewat jalur Bali bagian timur. Jujur aja nih orang Bali tapi ga pernah jalan jalan bund. Pernah waktu SD sama SMP study tour dan itu juga udah lama banget udah lupa lol.

Ini rute yang aku planning lihat di Bali bagian timur. Berangkat dari Denpasar jam 7 pagi

Ini rencana perjalanan yang kita lalui

Nah aku mau bahas tentang tempat yang aku kunjungi di Bali bagian timur dari yang paling dekat dengan Kota Denpasar jaraknya 1 jam yaitu daerah Klungkung sampai ke Tianyar

  1. Museum Semarajaya
Patung dari Emilio Ambron

Banyak yang ga tau tentang museum ini. Museum ini letaknya tepat di sebelah Kerta Gosa. Kertha Gosa dulunya adalah bagian dari komplek bangunan kerajaan Klungkung. Komplek kerajaan Klungkung di bangun pada tahun 1686 oleh pemegang kekuasaan pertama yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Namun pada tahun 1908, hampir semua bangunan kerajaan Klungkung hancur karena invasi kolonial Belanda.

Museum ini berisikan artefak bersejarah tentang perjuangan rakyat Klungkung berperang memperebutkan kemerdekaan

Museum ini juga mendapatkan koleksi hibah dari pelukis Italy yang terkenal di negaranya karena kecintaannya untuk Bali yaitu Emilio Ambron

Ada sekitar 85 koleksi patung dan lukisan Emilio Ambron yang ada disini. Karya yang sangat indah melukiskan penduduk Bali pada tahun 1950an didominasi oleh wanita cantik sedang mandi di sungai

Lokasi : Museum Semarajaya google map

2. Pantai Bias Tugel

Untuk sampai ke pantai bias tugel ini perjuangannya adalah jalan kesini itu mobilnya satu arah dan ga ada parkirannya dan jalannya agak naik. Warga disini baru menetapkan tempat ini sebagai tempat pariwisata terbuka dan mulai ada karcis masuknya

Terus harus trekking ga sampai 5 menit untuk sampai ke pantainya

Disini ada beberapa warung dan tempat berjemur, sepii banget tempatnya. Serasa pantai pribadi

Pantai Pasir Putih
Disambut sama anjing lokal disini

Lokasi : Pantai Bias Tugel

3. Istirahat di Alila Manggis

Kita mampir di Alila Manggis untuk makan siang dan santai di kolam mereka. Disini ga ada minimum charge untuk spending dan view nya indah banget. Ada hammok juga untuk tidur tiduran bener bener santai cuma denger deburan laut ngilangin penat dari kota.

Lokasi : Alila Manggis

4. Taman Ujung

Namanya juga taman ujung, memang di ujung banget sih lokasinya. Tapi sampai sini melihat keindahan arsitektur Bali campur Kolonial memang worth it jalan sampai keujung. Banyak banget orang bikin Photo Prewed disini ya karena memang lokasi yang indah. Tapi jangan salah dulu pada tahun 1901 disebut dengan nama kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan, bagi orang yang menguasai ilmu hitam. Serem juga ya!

Lokasi: Taman Ujung

5. Savana Tianyar

Ini tu ceritanya karena lihat lihat photo di instagram jadi pengen kesini sekalian lihat lihat. Jalanannya masih batu batu dan mikir ini bener ga ya jalannya karena ga ada penunjuk arah dan waktu kita mau sampai udah sore banget. Terus nanya ke warga lokal, ternyata bener dan sampai sini banyak orang pada photoan bawa mobil jeep dan atribut atribut photo yang lain

Tempatnya didominasi dengan rumput warna agak kekuningan.

Sayangnya waktu kesana agak mendung, jadi gunungnya ga terlalu kelihatan. Tempat ini belum di kelola dengan warga jadi ga ada biaya tiket masuknya.

Sunset di Savana

Lokasi : Savana Tianyar

Masih banyak lagi wisata di daerah Bali timur, tapi hari sudah gelap dan harus melanjutkan perjalanan ke Singaraja. Sudah puas nih jalan jalan seharian disini, next time akan explore tempat yang lain lagi 😉